Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Tampilkan postingan dengan label MTQ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MTQ. Tampilkan semua postingan

KEMENAG: MQK TIDAK KALAH DENGAN MTQ

Written By Unknown on Senin, 06 Oktober 2014 | 23.03

Catatan Edy Supriatna - Jambi, 4/9 (Antara) - Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Kemenag, M Ace Syaifuddin mengatakan dari sisi subtansi Musabaqoh Qira'atil Kutub (MQK) tidak kalah dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) karena penggalian pemahaman isi kandungan Al Quran sangat luas dan komprehensif.
              MQT yang kini diselenggarakan di Pondok Pesantren As'ad, Olak Kemang Danau Teluk Povinsi Jambi lebih dahsyat dibandingkan dengan acara MTQ, kata Ace kepada pers di Jambi, Kamis.
              "Selain penyelenggaraannya matang, materi pembahasan kitab Kuning pun lebih mendalam. Kitab Kuning merupakan karya ulama yang juga bersumber dari Al Quran," katanya.
              Ia melanjutkan  melalui penyelenggaraan MQK bakal melahirkan calon pemimpin yang benar-benar berkualitas dalam memahami kitab kuning.
                Perbedaan antara penyelenggaraan MTQ dan MQK, lanjut dia, kalau MTQ hanya memahami dan membaca Al Quran dan lebih menonjolkan seni membaca, akan tetapi MQK selain membaca, memahami juga mengkaji kitab-kitab klasik karya ulama. "Jadi, pemahaman kitab klasik inilah yang tidak ada di MTQ," tegas Ace.
               Santri adalah calon pemimpin masa depan, putra-putri bangsa yang memiliki kualitas pemimpin yang tidak diragukan dalam hal keilmuan dan keimanannya. "Melalui MQK inilah ajang pertarungan santri yang memiliki prestasi dan potensi besar untuk agama dan bangsa," ia menjelaskan.  
          Sedangkan potensi yang digali dari acara MQK pertama, adalah untuk melakukan evaluasi, sejauhmana para ustadz, guru memberikan pelajaran dan bagaimana santri menyerap ilmu dari kitab kuning sebagai referensi utama ponpes (maroji) bahwa kitab kuning adalah karya monumental para ulama terdahulu.
             "Jadi, tradisi memahami kitab kuning inilah yang kita kuatkan," ujarnya
         Kedua, lanjutnya MQK sebagai ajang silaturahmi antar pondok pesantren di seluruh Indonesia. Karenanya, kalau memang pemerintah ingin menjadikan 1 Muharram sebagai hari santri nasional, maka dari MQK inilah salah satu proses peringatan hari santri itu lahir.
             "Untuk itu rencana hari santri nasional itu memang harus ada, hingga menuju santri keemasan," ungkapnya
         Ketiga, tentu untuk melestarikan budaya dan tradisi ulama melalui karya kitab kuning yang menjadi referensi utama pondok pesantren, serta membentuk karakter kepribadian santri yang unggul, berkualitas dan berkarakter.
             Dijelaskan Ace, bahwa keberhasilan MQK sekarang ini adalah atas kerjasama antara Pemrov Jambi, Kanwil Kemenag Jambi, dan masyarakat Jambi serta Kemenag Pusat. Begitu juga atas partisipasi para peserta dari Pondok Pesantren se Indonesia. "Kami berharap penyelenggaraan MQK ditahun mendatang lebih baik lagi dan sukses," katanya.

23.03 | 0 komentar

PRESIDEN: JANGAN PINGGIRKAN PERAN AGAMA

Written By Unknown on Senin, 09 Juni 2014 | 19.31

Catatan Edy Supriatna - Batam, 6/6 (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-25 tidak boleh meminggirkan peran agama dalam kehidupan.

 "Batam  sebagai gerbang ekonomi di kawasan Barat harus terus memperkuat ketaqwaan kepada Allah dan meningkatkan etos kerja, termasuk ibadahnya," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya pada pembukaan MTQ Nasional ke-25 di Batam, Jumat.

             Kemajuan ekonomi dan jasa dan ilmu pengetahuan tidak boleh menjauhkan masyarakat dari agama. Jauhnya masyarakat dari agama dapat mundurkan bangsa, kata presiden.

            MTQ yang mengangkat tema aktualisasis nilai-nilai Al Quran untuk pencerahan tersebut menjadi penting karena Al Quran bisa membawa bangsa Indonesia maju dan bermartabat.

            "Aktualisasi Al Quran melalui penyelenggaraan menjadi MTQ penguatan etika, berbangsa dan bernegara. Al Quran sebagai sumber inspirasi bangsa yang berkarakter, rukun dan relegius. Nilai-nilai Al Quran sebagai pembentukan karakter sekaligus untuk memajukan negeri ini dan memenangkan persaingan global, " katanya.

             MTQ, lanjut Presiden, memberi pesan untuk menjadikan Quran sebagai pedoman dan bernegara. Pemahaman atas arti dan makna menjadikan bangsa Indonesia sejalan dengan tuntunan Ilahi. Hidup harus dalam batas-batas agama.

              Pada bagian lain ia menyatakan bahwa MTQ berbarengan dengan tahun politik. "Pemilihan anggota legislatif telah dilewati dan berlangsung sukses. Patut disyukuri pemilihan tersebut berjalan aman dan lancar, demokratis dan konstitusional. Itu menunjukkan bangsa di dunia, sebagai umat Islam mampu bangun kehidupan demokratis," kata Presiden.

              Ia mengatakan dalam waktu dekat akan berlangsung pemilihan presiden. Dan MTQ bertepat dengan masa kampanye. Diharapkan semua itu bisa memberi kesejukan dan kedamaian. Ia berharap kampanye dapat berlangsung santun dan beradab.

            "Kita diingatkan Allah untuk mengedepankan nilai-nilai kesatunan, solidaritats. Kita harus rukun dan bersatu. Allah telah mengingatkan untuk berpegang tali jangan bercerai-berai. Al Quran telah menyediakan pesan-pesan mulia,"  katanya.

           Ia juga menyatakan, perbedaan pandangan dan dukungan yang terjadi jangan membuat bangsa terpecah. Untuk itu ia mengajak ulama untuk memberi bimbingan dan menghindarkan umatnya dari tindakan tak terpuji dan saling intimidasi. 

      Demokrasi bukan semata memilih secara terbuka, tapi untuk melahirkan pemimpin bangsa lima tahun ke depan untuk menjalankan amanah bangsa dan agenda pembangunan. Juga untuk melahirkan pemimpin bangsa yang dapat menjamin rasa aman dan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memajukan bangsa di pentas dunia. Tugas yang tak ringan namun mulia, ka Presiden.

              Presiden juga berpesan MTQ hendaknya dapat dilanjutkan. Bukan sekedar ajang perlombaan, tapi siar, edukasi umat dan memuliakan Al Quran.

             Penyelenggaraan MTQ di kota tersebut berlangsung meriah meski sebagian warga setempat kecewa lantaran tak dapat menyaksikan secara langsung acara pembukaan. Warga semula berharap dapat menyaksikan melalui layar lebar di luar untuk melihat langsung acara tersebut.
19.31 | 0 komentar

BERITA PER KATEGORI


Categories