Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

HAJI- GARUDA TERBANGKAN 83.144 CALON HAJI

Written By Unknown on Minggu, 16 Agustus 2015 | 05.52


Catatan Edy Supriatna - Maskapai Garuda Indonesia pada Musim Haji 1435 H/2014 M akan menerbangkan sebanyak 83.144 calon haji melalui 10 embarkasi yang terbagi dalam dua fase: keberangkatan (1-28/9) dan fase pemulangan (9/10-6/11).

         Jumlah calon haji sebanyak itu berkurang bila dibanding tahun lalu sebanyak 90.108 calon haji, kata Vice President Communication Garuda Pujobroto kepada pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin pagi.

         Ia menjelaskan keseluruhan 83.144 calon haji Indonesia itu akan diberangkatkan melalui 207 kelompok terbang (Kloter) dari 10 embarkasi, yaitu: Aceh (3.175 orang, 7 kloter), Medan (6.663 orang, 16 kloter), Padang (5.959, orang, 13 kloter), Jakarta (10.814 orang, 24 kloter) Solo (26.546 orang, 71 kloter), Lombok (3.651, 11 kloter), Makassar (11.972 orang, 27 kloter), Palembang (5.885 orang, 13 kloter), Banjarmasin (4.195 jemaah, 13 kloter) dan Balikpapan (4.284 orang, 12 kloter).

         Untuk musim haji tahun ini, ia melanjutkan, Garuda mengoperasikan 11 unit pesawat "wide-body" (berbadan lebar) yang terdiri atas enam unit pesawat Airbus A330 (kapasitas 375 seat), empat unit pesawat B747 (kapasitas 455 seat) dan unit pesawat B777 (kapasitas 440 seat). Pesawat tersebut rata-rata berusia muda. Bahkan ada pesawat yang diproduksi pada 2012. Sedangkan proses tender dilakukan secara terbuka dan transparan, diumumkan di media cetak nasional dan internasional.

         Ditambahkannya, untuk awak kabin dikeraknan 484 orang, 70 persen direkrut dari masing-masing daerah embarkasi yang dinilainya sebagai bagian dari pelayanan bagi jamaah haji, khusus untuk menghadapi kendala komunikasi (bahasa) mengingat sebagian besar jemaah berbahasa daerah.

         Ia mengimbau jamaah tidak membawa barang berbahaya ke pesawat, seperti kompor, korek api, senjata tajam, gunting, hair spray atau parfum dalam tabung semprot.

         "Bila membawa barang elektronika, baterainya harus dilepas. Maskapai Garuda berharap jemaah tidak menerima barang titipan dalam bentuk apa pun ke dalam pesawat," katanya.

         Ia juga mengimbau jamaah tidak membawa barang bawaan yang melebihi 32 kg.

         Kuota Haji Indonesia pada Musim Haji 1435 H/2014 M tercatat sebnayak 168.800 orang, terdiri atas kuota haji regular sebanyak 155.200 orang dan kuota haji khusus 13.600 orang.

         Melalui keputusan menteri agama ditetapkan pula bahwa kuota haji reguler terdiri atas kuota jamaah haji provinsi sebanyak 154.049 orang dan kuota petugas haji daerah sebanyak 1.151 orang.    

    Sedangkan kuota haji khusus terdiri atas 12.899 calon haji khusus dan 701 untuk petugas haji khusus. Calon haji sebanyak itu, selain dilayani Maskapai Garuda juga didukung Saudi Arabian Airlines yang mengangkut sekiar 70.000 orang berasal dari Batam, Jakarta, dan Surabaya.
05.52 | 0 komentar

HAJI - MENAG MINTA JEMAAH HAJI KENDALIKAN EMOSI

Catatan Edy Supriatna - Tidak banyak orang memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Diberi kesempatan sebagai tamu Allah adalah bentuk kehormatan paling mulia dan karena itu harus disyukuri, pinta Lukman dalam sambutannya ketika melepas kelompok terbang (Kloter) I Provinsi DKI Jakarta dari Embakasi Halim Perdana Kusuma, Senin pagi.
       Kloter I DKI berjumlah 455 dengan tujuan Madinah. Mereka akan menggunakan pesawat Garuda GA 7101. Pada hari yang sama (Senin, 1/9) juga diberangkatkan dari embarkasi Makassar sebanyak 455 orang, Padang (455), Lombok (325), Medan (440) dan Solo dengan dua Kloter masing-masing 375 orang.
       Pada acara pelepasan jemaah haji tersebut hadir Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Abdul Djamil, Irjen Kemenag M. Jasin, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag Zubaidi. Nampak pula Dirut Garuda Emirsyah Satar, dan sejumlah pejabat dari Pemrov DKI.
      Lukman menyatakan, jemaah haji selain menjalankan ibadah di Tanah Suci sejatinya juga merupakan duta bangsa. Sebab, jemaah akan bertemu dengan tamu Allah lainnya dari sejumlah negara Muslim. Jutaan umat Islam berkumpul di Tanah Suci dan tentu selama 39 hari berada di Saudi Arabia akan berinterkasi dengan warga negara lainnya.
      Terkait dengan itu penting untuk menjaga diri, dapat mengendalikan diri. Hindari segala pertengkaran dan tempatkan rasa marah itu pada tempatnya. Kemampuan untuk mengadaptasi dengan lingkungan perlu dikedepankan, karena di sana kondisinya akan jauh dari keadaan di tanah air. Menjaga kesehatan menjadi keharusan, dan jemaah diimbau tidak memforsir tenaga untuk hal-hal yang tidak penting.
      Untuk memperoleh haji mabrur, kata Lukman, diperlukan kesabaran. Kedepankan pula toleransi, karena di sana akan berhadapan dengan banyak perbedaan antarsesama anggota jemaah.

      Ia pun berharap jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan semua tata cara dan tuntunan berhaji yang baik seperti yang disampaikan dalam materi manasik haji, sehingga dapat meraih haji mabrur. Haji mabrur ganjarannya adalah surga. ***3***
05.49 | 0 komentar

PENTINGKAH WALIMATUSAFAR BAGI CALON HAJI?


Catatan Edy Supriatna -  Usai Idul Fitri, Bang Dullah, orang Betawi "tulen" sudah menyibukan diri menyelesaikan puasa sunah enam hari yang diyakininya bahwa ibadah saum tersebut bakal meraih pahala satu tahun lamanya, suatu ibadah tak kurang dari sepekan namun dapat ganjaran dari Allah selama setahun. Dullah juga yakin dengan berpuasa dan mendekatkan diri kepada Allah, selain makin menguatkan iman Islam juga akan mudah dikabul Allah segala permohonannya. Terlebih, Dullah akan segera menunaikan ibadah haji pada musim haji 1435 H/2014 M. Jadi, sangat wajar, dengan mengumpulkan uang untuk berhaji dari hasil keuntungan berdagang sayur di Pasar Induk Kramat Jati, berharap dapat memudahkan dirinya untuk melaksanakan ibadah penting tersebut.

     Selain puasa, pada hari-hari berikutnya menjelang keberangkatannya pergi haji, pedagang sayur beranak tiga itu juga rajin melaksanakan shalat lima waktu. Tatkala waktu shalat tiba, meski ia tengah melakukan transaksi dagang, Dullah cepat-cepat pergi ke mushola terdekat untuk shalat berjamaah.
      Dullah tak pernah meninggalkan shalat lima waktu. Selain itu, ia pun banyak mengucapkan istigfar. Kalimat istigfar memang pendek. Tapi, kandungan fadilahnya sungguh besar. Karena itu, Dullah yakin dengan ayat yang menegaskan bahwa “Barang siapa memperbanyak istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Dan dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).
“Sungguh hatiku didera kerinduan yang sangat dalam, sehingga aku beristighfar seratus kali setiap hari.” (HR. Muslim).
     Belakangan ini Dullah pun tampil beda. Ia selalu mengenakan pakaian koko bersih, meski banyak bergelut dengan sayuran di pusat perbelanjaan sayuran terbesar di Jakarta itu. Alasan mengenakan pakaian bersih, katanya, agar ketika memasuki waktu shalat dirinya tak merasa sulit untuk beribadah, khususnya shalat lima waktu.
     Kebersihan, katanya, sebagian dari iman. Meski pakaian yang dikenakan tak terlalu bagus, bersih itu amat penting. Utamanya lagi menjaga kebersihan hati sepanjang hari.
     Dengan cara itu, ia pun kini merasa lega dalam melaksanakan usahanya. Tidak merasa takut untuk rugi, apalagi setelah amal zariahnya ditingkatkan menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci. Lagi-lagi ia merasa yakin, jika banyak beramal - utamanya kepada anak yatim - selain usahanya dijaga Allah juga segala usahanya mendapat perlindungan.

Kesibunan dan Walimatussafar 


      Di tengah kesibukan menjalankan bisnis sayur-sayuran, Dullah belakangan ini juga disibukkan dengan kegiatan walimatussafar. Memaski musim haji 1435 H/2014 M, tepatnya pada awal September, banyak warga Betawi -- termasuk pula di daerah lainnya di Indonesia -- melaksanakan walimatussafar. Suatu kegiatan yang sudah mentradisi di lingkungan masyarakat Betawi dan sebagian umat Muslim di Tanah Air.
      "Hampir tiap malam Dullah bersama sang bini (isteri, red) bertandang ke tempat keriaan (hajatan) walimatussafar. Malam ini di rumah si polan, besok malam ke rumah besan. Lusa, datengin (kunjungi) mamang (om) di kampung Ceger, Jakarta Timur," kata Manaf, anak dari Dullah bercerita tentang kesibukan orangtuanya belakangan ini.
      Di tempat penyelenggara walimatussafar, biasanya banyak ustadz kesohor di kampung diundang. Tak ketinggalan juga ketua erte dan erwe yang datang sekaligus ditunjuk sebagai pemandu acara jalannya acara walimatussafar. Pada acara itu, tampil ustadz memberikan wejangan kepada tuan rumah yang akan menunaikan ibadah haji.
        Panjang lebar ayat Al Quran dan sunnah dibeberkan sang ustadz, khususnya yang berkaitan erat dengan pelaksanaan ritual haji. Mulai agar jemaah menjaga kesehatan, mengenakan masker selama di Tanah Suci agar tak terjangkut virus ebola. Juga virus lainnya seperti MERS CoV yang kini juga masih menjadi perhatian penting. WHO secara periodik mengumumkan kasus baru MERS CoV dan ebola di Arab Saudi.
       Para dai juga selalu imbauan untuk memperhatikan ayat-ayat yang harus dibaca agar memperoleh haji mabrur. Bagian apa saja yang masuk sunnah dan rukun haji, hendaknya harus dipahami sebagaimana ditegaskan ketika melaksanakan manasik haji. Saking panjangnya penjelasan sang ustadz, biasanya bagi orang yang hampir tiap malam ikut walimatussafar merasa bosan.
      Ada warga yang menyengaja mengambil posisi duduk dekat pintu rumah tuan rumah. Ia terlihat ngantuk. Ada pula yang duduk sila di bagian halaman luar, santai mendengarkan celoteh ustadz sambil merokok. "Ngalor-ngidul ceramah ustadz nggak dipeduliin. Pokoknya, hadir. Setor muka sama tuan rumah," Dullah berkicau seusah menghadiri walimatussafar di kediaman tetangganya.
       Dullah sendiri juga berencana akan menggelar acara serupa menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci, kira-kira pekan pertama September nanti. Maklum, keberangkatannya bersama rombongan kelompok terbang (Kloter) diperkirakan pada September.
     Tentang seberapa penting walimatussafar itu, bagi Dullah jelas sangat penting. Walimatussafar bukan sekedar sebagai ajang silaturahim semata, tetapi juga ungkapan syukur kepada Allah bahwa dirinya memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji. Melaksanakan ibadah ini sekarang merupakan barang "mahal". Bukan sekedar pengorbanan uang, juga harus memiliki kesehatan prima.
     "Sehat dan punya uang saja tidak cukup. Juga harus sabar menunggu, karena harus antri cukup lama. Ada daerah antri sampai 17 tahun," kata Dullah menirukan cerita dari pegawai Kantro Kementerian Agama di Jakarta. Jadi, selain itu juga, meminta doa anggota keluarga dan warga sekitar.
     "Kite kudu (harus, red) sabar. Sehat dan punya uang emang penting. Penting lagi, doa orang-orang sekitar kite," kata Dullah didampingi isterinya, Romlah yang juga akan menunaikan ibadah haji.
     Rencana Dullah menggelar walimatussafar sedikit terganggu. Pasalnya, ia dengar cerita dari tetangga sebelah, walimatussafar tak dikenal di zaman Rasulluah. Nabi Muhammad SAW ketika meninaikan ibadah haji tak pernah melaksanakan acara dimaksud. Mendengar penjelasan Dullah tentang tidak pentingnya walimatussafar, Romlah memarahi suaminya. Akhirnya, Dullah pun mengagendakan acara walimatussafar pada Kamis malam.
      "Kite acarakan malam Jumat aje," sambut Dullah sambil menimpali cerewet Romlah dari dapur rumahnya.
       Dari sisi historis, walimatussafar sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Seperti diungkap dalam laman Nahdlatul Ulama (NU). Umat muslim dalam ibadah selalu diperlengkapi dengan berbagai macam tindakan yang menunjang ibadah itu sendiri, yang selanjutnya di kenal dengan tradisi.
     Sebagian banyak tradisi tersebut merupakan hasil dari keterpengaruhan antara budaya lokal dengan Islam. Maka dikenal istilah ngabuburit, kultum, kolak, buka puasa bersama, mudik dan lain sebagainya di sekitar puasa. Dikenal pula tahlilan, talqin, tujuh hari dan seterusnya dalam tradisi kematian.
     Juga halnya dengan walimatussafar bagi ibadah haji yang hingga kini masih kuat berakar di masyarakat. Hal ini merupakan karakter Islam Indonesia yang tidak dimiliki oleh Islam yang lain. Tradisi ini tidak muncul begitu saja, tapi memiliki sejarah panjang. Sejarah itu menunjukkan bahwa berbagai tradisi tersebut dilahirkan melalui pemikiran yang dalam oleh para kyai dan ulama pendahulu melalui berbagai pertimbangan soiologis.
       Apa yang dilakukan para ulam terdahulu ini, bukanlah sekedar istinbath al-hukmi tetapi menciptakan lahan ibadah tersendiri yang dapat diisi dan dipenuhi dengan pahala bagi yang menjalankannya.  

       Di tengah gelombang globalisasi dan modernisasi, tradisi semacam ini haruslah dijaga untuk membentengi masyarakat dari individualism yang akut. Akan tetapi di kemudian hari, mereka yang tidak tahu dan tidak mau belajar sejarah menggugat beberapa tradisi itu dengan menganggapnya sebagai hal bid’ah, bahkan menghukumi para pelakunya sebagai pendosa. Naudzubillah min dzalik.
05.46 | 0 komentar

MENJUNJUNG MARWAH SEMARAK HAJI


Catatan Edy Supriatna - Melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) No 64 Tahun 2014 tentang Penetapan Kuota Haji 1435 H/2014 M terungkap jumlah haji Indonesia sebanyak 168.800 orang yang terdiri dari kuota haji regular sebanyak 155.200 orang dan kuota haji khusus 13.600 orang.
        KMA itu juga merinci penetapan kuota haji regular terdiri atas kuota jamaah haji provinsi sebanyak 154.049 orang dan kuota petugas haji daerah sebanyak 1.151 orang. Sedangkan kuota haji khusus terdiri dari 12.899 jamaah haji khusus dan 701 untuk petugas haji khusus.
       Dapat dibayangkan jika seorang pergi haji dan kemudian masuk asrama yang mengantar satu atau dua bus (satu bus 50 penumpang), kemacetan jalan raya dan masuk wilayah asrama haji bakal tak dapat dihindari. Asrama haji juga berubah, selain sebagai penampungan jemaah untuk sementara tapi juga menjadi pusat kegiatan para pedagang.
       Kemacetan pemberangkatan, termasuk ketika jemaah haji kembali ke Tanah Air, menjadi rutinitas tahunan. Yang pergi haji seorang, tapi rombongan dari yang menunaikan ibadah haji itu demikian banyak. Keadaan itu bukan saja terjadi di Jakarta, juga beberapa daerah lain seperti Makasar, Lombok, Aceh, Banjarmasin, Balikpapan, Batam, Medan, Padang, Palembang, Solo, Surabaya. dan Jakarta.
       Kebanyakan pengantar berangkat haji terdiri dari para ibu. Mereka mengenakan kain, berkerudung. Ada yang tampil "keren", bergaya dan berkaca mata hitam. Tapi ada di antara mereka mengenakan sandal jepit, sisik tembakau menyirih masih menempel di bibir.
      Sementara kelompok lelaki banyak di antaranya mengenakan kopiah putih dan hitam usuh, mengenakan baju lusuh dan tak ketinggalan beralas kaki lusuh pula. Ada pula mengenakan celana ngantung dengan tampilan seperti seorang ustadz berjenggot brewok. Mereka itu adalah para pengantar calon jemaah haji yang segera bertolak ke Tanah Suci. Penampilan mereka, terlihat bersahaja dan ikut mengantar dengan rasa ikhlas.
       Seperti pada musim haji tahun sebelumnya, banyak calon jemaah haji masuk ke Asrama Haji tersebut untuk menjalani pengecekan dokumen, kesehatan dan hal lainnya. 
       Umumnya para pengantar jemaah haji ini berasal dari kelompok pengajian daerah masing-masing. Di Jakarta, meski sudah memperoleh predikat sebagai kota metropolitan, akan terasa "paradoks" jika menyaksikan pemandangan para pengantar haji. Para pengantar berasal dari berbagai strata sosial, namun mereka merasa yakin bahwa mengantar dan mendoakan orang berangkat haji bakal menuai pahala besar. 
       Pemandangan ini akan kembali terlihat saat kepulangan jemaah haji usai Idul Adha. Penyambutan pemulangan jemaah haji, termasuk di berbagai daerah, tentu bakal ramai pula. Di kawasan pinggiran Jakarta biasanya ditandai membakar petasan.

Pondokan

            Dari sisi kesiapan pondokan untuk musim haji  tahun 1435H/2014M,  Kementerian Agama menyiapkan sekelas hotel. Sekarang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggunakan istilah hotel, bukan pemondokan. Sebab, hampir semuanya bintang 3 ke atas dan semua dilengkapi Mushalla.  
         Hotel calon jamaah haji Indonesia lebih nyaman dengan pelayanan lebih bagus juga. “Pintu masuknya menggunakan kartu, kamar dilengkapi TV, Kulkas, mesin cuci, dan fasilitas dapur. Bahkan di daerah Jarwal ada yang sekelas bintang 5. Sekarang betul-betul menengah ke atas. Untuk memberikan rasa keadilan, penempatan jamaah haji Indonesia menggunakan sistem qur’ah (undian). “Agar lebih adil. kita melakukan sistem qur'ah.
         Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis mengatakan bahwa standar perumahan jamaah haji tahun ini meningkat, dari apartemen ke hotel. Namun demikian, Sri Ilham menegaskan perlunya antisipasi dan sosialisasi kepada calon jamaah haji Indonesia. “Perubahan profil akomodasi ini perlu sosialisasi kepada jamaah haji, khususnya bagi yang belum pernah keluar negeri atau belum pernah tinggal di hotel,” tegas Sri Ilham.
        Menurut Sri Ilham, standar pokok hotel calon jamaah haji Indonesia mencakup luas lobby yang tidak kurang dari 50 m persegi, kapasitas lift memadai, ada tempat jemuran, dapur, ruang makan, dan tempat salat. “Kita juga meminta kepada pemilik rumah untuk menyiapkan fasilitas cafeteria,” tambahnya.
       Sri Ilham menambahkan bahwa penempatan jamaah laki-laki dan perempuan pada penyelenggaraan haji tahun ini akan dipisah. Peraturan ini berlaku baik untuk jamaah maupun petugas, termasuk suami-istri. Berbeda dengan sebelumnya, pada penyelenggaran haji 1435H ini, setiap mushalla hotel akan dimakmurkan dengan beragam kegiatan pengajian.

Jarak Hotel

       Sri Ilham Lubis menjelaskan bahwa seiring perluasan Masjidil Haram dan pembongkaran beberapa bangunan di sekitanya, maka jumlah hotel dengan kualitas yang bagus dan dekat dengan Masjidil Haram semakin sedikit. “Beberapa hotel yang dekat bangunannya dengan Haram kurang bagus dan kadang malah dikeluhkan oleh jamaah,” terang Sri Ilham.
       Untuk tahun 1435H, jarak hotel calon jamaah haji Indonesia yang terjauh dari Masjidil Haram adalah 4 km. Sri Ilham memastikan adanya fasilitas transportasi. “Kalau tahun lalu yang diberikan fasilitas transportasi adalah pemondokan yang jaraknya dari Masjidil Haram di atas 2 km, tahun ini yang berjarak 2 km pun diberi layanan transportasi,” kata Sri Ilham.
       “Sebanyak 80 persen calon jamaah haji kita menempati hotel dengan jarak 2 km ke atas dan semuanya akan diberi layanan transportasi,” imbuhnya. Namun, Sri Ilham menambahkan bahwa ada juga pemondokan yang dekat, dan berjarak sekitar 600 m dari masjidil haram.
        Terkait pondokan itu, Irjen Kemenag M Jasin menjelaskan, tim perumahan haji Kemenag berhasil memangkas biaya-biaya pondondikan. Biaya pemondokan haji di Mekkah berhasil dipangkas. Diperoleh penghematan mencapai Rp93 miliar.
        Soal efisiensi penyewaan pemondokan/hotel di Mekkah, Jasin mengatakan, dapat dihitung dari Harga dibawah plafon ada 93 rumah, dari total 115 rumah dengan jumlah kapasitas (110.546) efesiensi sebesar SAR 64.642.810.
      Harga diatas plafon ada 20 rumah, jumlah kapasitas 47.118, lebih mahal sebesar SAR 33.245.010. Jadi untuk penyewaan hotel dan pemondokan di Mekkah terdapat efesiensi sebesar SAR 31.397.800 atau Rp.97.333,180,000 miliar untuk total kapasitas 159.056, kata mantan petinggi KPK itu. 

Penerbangan

       PT Garuda Indonesia Tbk. dan Saudi Arabian Airline ditunjuk sebagai maskapai yang memenuhi syarat untuk pelaksanaan angkutan udara haji di  Indonesia.
      Di tahun 2014 ini, Garuda Indonesia akan mengangkut jemaah haji dengan jumlah lebih dari 80.000 orang yang berasal dari Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makasar dan Lombok.
      Sedangkan Saudi Arabian Airlines mengangkut lebih dari 70.000 jemaah asal Batam, Jakarta, dan Surabaya. Masa operasional penerbangan haji yakni selama 28 hari dari fase pemberangkatan sampai pemulangan dimana pada tahun sebelumnya selama 30 hari. Jemaah haji akan diberangkatkan melalui 12 Embarkasi dan Debarkasi Haji dalam 371 kloter.
      Dalam penerbangan tahun ini Garuda akan mengoperasikan 11 pesawat yang terdiri dari enam pesawat A33-300 dengan kapasitas 375 tempat duduk, empat pesawat B-747 dengan kapasitas 455 tempat duduk dan B-777 dnegan kapasitas 440 tempat duduk. Proses tender pesawat dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan diumumkan di media nasional juga internasional.
       Berdasarkan kalender Arab Saudi pemberangkatan kloter pertama dari tanah air dilakukan tanggal 1 September 2014 dengan closing date 28 September 2014. Setelah wukuf, pemulangan kloter pertama dimulai tanggal 9 Oktober 2014 hingga 5 November 2014. 

Seriusi Haji
      
      Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini bakal mendapat perhatian serius dari publik. Pasalnya, Kementerian Agama baru saja didera persoalan korupsi, - yang menyebabkan Menag Suryadharma Ali ditetapkan sebagai tersangka oleh komisi pemberantasan korupsi, - publik ingin melihat sejauhmana kemampuan penyelenggaraan tahun ini. Utamanya dari sisi transparansi dan kemampuan pelayanan haji.
      Karena itu, Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) melalui ketuanya Nurjaman Mochtar (SCTV/Indosiar) jauh hari mengingatkan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk fokus memberi perhatian kepada penyelenggaraan ibadah haji 1435 H/2014 M. 
      “Pelayanan haji harus diperbaiki dan lebih baik. Pak Lukman harus fokus,” kata Nurjaman ketika diberi kesempatan memberi sambutan usai Bincang dan Buka Puasa Bersama Menteri Agama di  Komplek Perumahan Menteri Widya Candra Jakarta, Senin (14/07).  
      Terkait masukan Pemred, Menag mengaku akan berupaya semaksimal mungkin melakukan pembenahan agar pelaksanaan haji 1435H/2014M bisa berjalan dengan baik dan lancar. Berbagai persiapan terus dilakukan, mengingat penerbangan kloter pertama dijadwalkan akan dilakukan pada 1 September mendatang.  

      Diakui Menag bahwa tugas di punghujung kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akan berakhir dalam beberapa bulan ke depan tergolong sulit. Namun, Menag yakin walau sisa waktu ke depan dapat memberi warna tersendiri bagi kementerian tersebut.  semakin baik. Khususnya dalam pelayanan ibadah haji, baik dari sisi pondokan, transportasi, pelayanan katering di Mekkah, Madinah dan Armina (Arafah dan Mina) dalam musim haji tahun ini.
04.33 | 0 komentar

KEMENAG: PELAYANAN KEPADA UMAT KONGHUCU BELUM MAKSIMAL


Catatan Edy Supriatna-(Jakarta, 26/8 )- Sekjen Kementerian Agama Nur Syam mengakui bahwa pelayanan dan pembinaan kepada umat Konghucu sampai saat ini belum dirasakan dapat berjalan secara maksimal disebabkan berbagai hal, katanya di Jakarta, Selasa malam.
            Itu bukan disebabkan tidak melakukan upaya, tetapi karena berbagai hal yang terjadi di lapangan, kata Nur Syam pada Workshop dan Konsultasi Pelaksana Bimas Khonghucu di Seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di Jakata.
            Salah satu kendala yang sangat penting yang menjadi penghambat layanan dan pembinaan umat Konghucu adalah data. Sampai hari ini Kementerian Agama belum memiliki data yang cukup memadai tentang seberapa banyak umat Konghucu yang tersebar di provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia.
            Sampai hari ini pun belum ada data yang menunjukkan berapa besar anak-anak yang bersekolah di SD, SMP, dan SMU/SMK yang beragama Konghucu, sehingga belum dapat diketahui secara pasti berapa banyak kebutuhan guru, buku-buku, dan sarana pembelajaran Pendidikan Agama di sekolah, ia menjelaskan.
            Sementara data menjadi acuan pokok dalam proses perencanaan program Pemerintah. Tanpa hadirnya data akan sangat sulit untuk bisa meyakinkan lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab di bidang perencanaan dan keuangan seperti Bappenas dan Kementerian Keuangan untuk mendapatkan anggaran. Untuk itu pendataan harus menjadi program prioritas pada tahun 2015 dan beberapa tahun berikutnya.
            Kendala di bidang pendidikan khususnya tidak tersedianya tenaga guru pendidikan agama Konghucu memang tidak dapat dipenuhi dengan mudah, karena sesuai standar yang ditetapkan dalam undang-undang, seorang guru sekurang-kurangnya harus berijazah S1 Pendidikan Agama (Konghucu), katanya.
           Di sisi lain, lanjut dia, di kalangan umat Konghucu, belum ada tenaga lulusan S1 Pendidikan Agama Konghucu. Untuk mengatasi ketiadaan guru pendidikan agama Konghucu, telah dilakukan berbagai pelatihan workshop bagi para rohaniwan Konghucu untuk menyiapkan mereka menjadi Pembina Pendidikan Agama Konghucu di sekolah-sekolah yang terdapat anak didik beragama Konghucu.
          Ia mengakui bahwa di kota Semarang mulai akhir 2013 yang lalu telah beroperasi sebuah Sekolah Tinggi Agama Konghucu Swasta yang disebut SETAKONG Xin Ruin yang diharapkan kelak bisa mengisi kebutuhan guru pendidikan agama Konghucu.  
      Workshop dan Konsultasi Pelaksana Bimas Khonghucu yang baru pertama kali ini merupakan forum strategis untuk melakukan evaluasi program dan kegiatan pelayanan terhadap Agama Khonghucu.   
      Selain sebagai forum diskusi dan konsultasi, katanya, juga dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif, untuk merumuskan langkah-langkah perencanaan program kegiatan tahun yang akan datang.

           Dengan pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan hak sipil dan pendidikan agama Khonghucu. Nur Syam memberi apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 
04.28 | 0 komentar

BERITA PER KATEGORI


Categories