Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

KEMENAG TANGKAL RADIKALISME MELALUI KEGIATAN ROHIS

Written By Unknown on Minggu, 16 Agustus 2015 | 07.28

Catatan Edy Supriatna -Kementerian Agama secara konsisten terus menerus menekan dan menangkal pemikiran yang mengarah kepada paham radikal atau intoleran dengan menggelar kegiatan Rohis.

           Kegiatan yang melibatkan 2.000 siswa tingkat SMA dan SMK seluruh Indonesia tersebut akan dilaksanakan di Cibubur, 12-15 Nopember. Diharapkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan membua acara tersebut, kata Direktur Pendidikan Agama Islam, Amin Haidari di Jakarta, Selasa.
           Rohis (Rohani Islam) merupakan komponen organisasi siswa intrasekolah atau OSIS dan berperan dalam membangun suasana budaya agamais. Rohis juga telah berperan dalam menyiarkan kegiatan keagamaan di berbagai sekolah. Kegiatan yang digelar Rohis di antaranya berupa tahfizdul quran, khutbah jumat dan kegiatan lain.
          Amin Haidari, yang didampingi penyanyi Aunur Rofiq Lilfirdaus atau Opic, mengakui ada pihak yang menanfaatkan organisasi siswa dengan menyusupkan indoktrinasi paham keagamaan tak sesuai dengan paham keagamaan Islam Indonesia, bahkan merusak keutuhan NKRI.
         Atas dasar itu, pihaknya melakukan pembinaan terhadap guru agama Islam yang selama ini hanya mengajar di kelas saja. Para guru tersebut akan dilibatkan dalam kegiatan Rohis. "Mereka tidak saja diminta menemani anak-anak selama belajar, tetapi juga mendampingi kegiatan mereka di luar jam belajar," ia menjelaskan.
         Dengan kondisi Indonesia yang multi etnis, multi agama, multi budaya, Indonesia membutuhkan calon pemimpin yang mengayomi semua tanpa melihat asal-usul, suku bangsa dan agama. Untuk ini, Kementerian Agama berkepentingan atas munculnya generasi muda yang memiliki pandangan keagamaan yang inklusif dan toleran, kata Amin.
         Menurut Opic, kegiatan bersekala nasional pertama itu sangat penting untuk membangkitkan potensi dan kreativitas siswa. Apa lagi remaja membutuhkan idola dan bekal untuk mengembangkan kreativitasnya
    Terlebih lagi, lanjut Opic, selama kegiatan berlangsung siswa diberi pemahaman tentang pentingnya Islam Kebangsaan dan pendidikan kepemimpinan.

         Opic berharap kegiatan selama lima hari tersebut dapat membuahkan hasil, yaitu melahirkan manusia Islam yang tangguh dan bertanggung jawab. Dapat menumbuh-kembangkan semangat keberagaman melalui diskusi keagamaan serta ritual keagamaan lainnya.

         Melalui pelatihan jiwa kepemimpinan diharapkan menelorkan siswa yang mampu mengorganisir diri dan kelompok, melakukan kerja sama dan berdisipin. "Ini juga penting," ujar Opic.
07.28 | 0 komentar

PERLU TRANSPARANSI PEMBAYARAN DAM HAJI MELALUI IDB

Catatan Edy Supriatna - Pemerintah perlu mengedepankan sikap hati-hati dan transparan jika pembayaran Dam haji dilakukan melalui Islamic Development Bank (IDB) karena dari sisi  syar'i, dam itu kewajiban sakhsiyah, kewajiban individual dan karena itu harus disosialisasikan dengan baik.

          Lagi pula, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, harus menjelaskan rencana pembayaran Dam haji melalui kerja sama dengan IDB. Tahun lalu akan direalisasikan, kemudian dibatalkan. Lalu, sekarang ada keinginan kuat untuk kerja sama lagi dengan IDB.

          "Ini ada apa, harus dijelaskan kepada publik," pinta Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (Asbihu-NU) H Hafidz Taftazani melalui telepon kepada Antara di Jakarta, Rabu.

          Dam, menurut etimologi, ialah darah. Ini karena bentuk dam paling utama ialah berwujud pada penyembelihan hewan. Ensiklopedi yang dikarang oleh Syekh Abd al- Adzim bin Badawi al-Khalafi tersebut mengemukakan definisi dam menurut syariah ialah denda atau tebusan yang wajib dibayar oleh jamaah haji akibat pelanggaran ketentuan dan peraturan haji.

          Dalam realitasnya, menurut Hafidz Taftazan, pembayaran Dam haji sudah ada sindikatnya. Tidak jarang jamaah haji di Saudi Arabia tertipu karena ketidaktahuannya kepada siapa pembayaran Dam haji harus diberikan.

          Karena itu jika Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) berkeinginan melakukan pembayaran melalui kerja sama dengan IDB, perlu dilakukan sosialisasi. Latar-belakang dan manfaatnya harus jelas. Terlebih jika pembayarannya menggunakan dana Biaya Penyelenggaraan Haji Indonesia (BPIH) atau dana optimalisasi.

          Sebelumnya diberitakan bahwa Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat (Balitbang-Diklat) membahas pembayaran Dam bagi jamaah haji Indonesia melalui forum Halaqah  Ulama tentang "Mekanisme Pelaksanaan dan Pemanfaatan Daging Dam Haji" di Wisma Haji Ciloto, pekan lalu.

          Pada pertemuan ulama di Ciloto, Jawa Barat, itu terungkap bahwa pembayaran Dam haji rawan penyimpangan, tidak amanah, dilaksanakan tidak sesuai ketentuan syar'i, distribusi daging yang tidak tepat sasaran karena diduga daging diselundupkan ke beberapa wilayah Kerajaan Saudi Arabia dan dijual ke toko-toko dan restoran-restoran.


          Salah satu rekomendasi dari forum halaqah tersebut adalah pembayaran Dam melalui kerja sama dengan IDB. Tapi, keputusan akhir dari pelaksanaan pembayaran Dam haji itu ada di tangan menteri agama, ujar Kepala Balitbang-Diklat Abdurrahman Mas'ud Mas'ud.
07.27 | 0 komentar

MENAG: KORUPSI MASIH TINGGi

Catatan Edy Supriatna -Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengakui Indonesia masih tertinggal dalam aspek tertentu dengan bangsa lain disebabkan masih tingginya angka korupsi.
     "Negara kita dalam aspek-aspek tertentu masih tertinggal dengan bangsa lain, salah satunya karena angka korupsi masih tinggi," kata Lukman Hakim ketika memberi sambutan pada pembukaan Mahaniti Loka Dhamma tingkat nasional IV-2014 di Jakarta, Senin malam.
      Mahaniti Loka Dhamma adalah suatu pertemuan, penampilan kebolehan dan ketngkasan dhamma bagi mahasiswa. Dalam acara itu digelar perlombaan, penampilan seni Buddhis, pertemuan ilmiah, kreasi mahasiswa Buddhis, yang terpilih melalui jalur unit kegiatan mahasiswa pada Perguruan Tinggi Agama Budhha (PTAB) negeri/swasta. Acara berlangsung 10 - 14 Nopember 2014.
        Mahanitiloka Dhamma merupakan momentum yang tepat untuk mengingatkan bahwa para mahasiswa adalah tunas-tunas bangsa yang akan memegang estafet kepemimpinan bangsa di masa mendatang.    
      Tepatlah kiranya panitia memilih tema “Melalui Mahanitiloka Dhamma kita wujudkan mahasiswa Buddhis yang jujur, inovatif, kreatif, dan toleransi”.       
      Pada acara itu dihadiri 300 peserta dari Perguruan Tinggi Agama Buddha (PTAB) dari seluruh Indonesia. Nampak Dirjen Bimas Buddha Dasikin, pimpinan majelis tinggi Walubi Arief Harsono. Menurut LHS - sapaan akrab Lukman Hakim Saifuddin, - ke depan penanaman kejujuran sebagai budaya hidup menjadi sangat penting.
      Tanpa menyebut angka jumlah korupsi yang terjadi di Indonesia, LHS menyatakan, dengan membudayakan kejujuran, inovatif, kreatif dan toleransi sebagai upaya pembentukan karakter bangsa, maka Indonesia diharapkan mampu bertahan di tengah derasnya arus globalisasi. 
       Belajar dari sejarah perjuangan bangsa,  katanya, pemuda mengambil peran penting terhadap perubahan kehidupan bangsa. Peristiwa heroik 10 November yang kebetulan bertepatan pada acara tersebut telah memberikan inspirasi, ketauladanan jiwa patriotisme dan nasionalisme arek-arek Suroboyo yang mengibarkan bendera merah putih di tengah berondongan senjata penjajah. 
     Ia mengatakan, pemuda Indonesia  mempunyai tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan pahlawan agar Indonesia setara dengan bangsa-bangsa maju lainnya. Oleh karena itu pembinaan dan pengembangan kreatifitas mahasiswa harus ditempatkan dalam kerangka semangat nasionalisme, alat pemersatu bangsa.
     Mahanitiloka Dhamma merupakan muara dari ekspresi kreatifitas ilmuwan dan "enterpreuner" muda yang berada di kampus-kampus Perguruan Tinggi Agama Buddha. Mahanitiloka Dhamma dapat menjadi forum ilmiah dan komunikasi kreasi mahasiswa, seyogyanya merupakan wahana silaturahmi antarmahasiswa. 
      Melalui Mahanitiloka Dhamma ini pula diharapkan terjadi komunikasi efektif dan "sharing" gagasan untuk memperkaya gagasan dan pengembangan ide antar mahasiswa.
      Kenyataan yang tidak dapat dipungkiri adalah munculnya fanatisme dan semangat menang para kontingen, sehingga menjadikan suasana Mahanitiloka Dhamma menjadi menegangkan, oleh karena itu potensi tersebut harus diolah menjadi energi positif untuk mengembangkan nasionalisme dan semangat maju untuk bangsa Indonesia dan bersaing dengan kemajuan bangsa lain. 
       Mahanitiloka Dhamma ini pula menjadi sarana pengenalan budaya, interaksi, dan akulturasi  nilai-nilai lokal yang dimiliki segenap mahasiswa PTAB, yang pada akhirnya akan melahirkan semangat kebangsaan dengan pemahaman kebhinekaan sebagai dasar membangun bangsa.
      Kegiatan Mahanitiloka Dhamma ini dapat menjadi salah satu upaya membangun citra keberhasilan Pendidikan Tinggi Keagamaan, yang berhasil melahirkan karya IPTEKS untuk pengembangan ilmu maupun kewirausahaan serta peran dan kontribusi mahasiswa dalam menggerakkan masyarakat, melalui gagasan dan ide kreatifnya. 

      "Saya berharap kepada semua pimpinan lembaga, institusi dan semua pihak untuk memberikan ruang kepada para mahasiswa dalam mengembangkan kreatifitas dan berinovasi melalui penyediaan sarana prasarana, pendanaan dan  penyelenggaraan event-event terkait," kata Menag.***3***
07.25 | 0 komentar

MENAG: JANGAN GUNAKAN KEKERASAN DALAM MENDIDIK


Catatan Edy Supriatna - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin minta para guru tidak menggunakan kekerasan dalam mendidik siswanya, apa lagi menggunakan hukuman cambuk.
        "Menurut saya, dalam mendidik jangan menggunakan kekerasan," kata Lukman Hakim di Bengkulu, Rabu, menanggapi terjadinya hukuman cambuk di salah satu lembaga pendidikan di Pulau Jawa. Menteri Agama meminta para guru dalam mendidik siswa jangan menggunakan kekerasan.
        "Menurut saya dan banyak kalangan menilai, sebaiknya mendidik anak-anak kita jangan sampai menggunakan kekerasan, apalagi sampai melukai fisik dari anak didik kita," kata Lukman Hakim Saifuddin, saat berkunjung ke Bengkulu, Rabu.
        Dia mengatakan, memang tindakan yang benar adalah memberikan peringatan kepada siswa yang melanggar aturan, agar menjadi pembelajaran bagi siswa lainnya sehingga tidak melakukan perbuatan yang sama.
        "Namun memang, tindak kekerasan ini relatif juga, seperti orang tua kita atau guru kita dulu menjewer, itu sebenarnya dilandasi dengan kasih sayang," kata dia.
        Katika hukuman atas pelanggaran dengan menggunakan kekerasan bahkan menimbulkan luka fisik, katanya, hal tersebut bisa saja merupakan tindakan emosional seorang tenaga pendidik.
        "Tetapi terkadang juga tidak terhindarkan, ketika tindakan itu dilampiaskan dengan penuh kekesalan, kemarahan atau penuh emosi, bisa menjadi berlebihan dan itu akan melukai," katanya.
        Oleh sebab itu sebaiknya, kata Lukman Hakim, hukuman dan peringatan yang diberikan kepada siswa atas pelanggaran-pelanggaran aturan, harus menghindari tindakan kekerasan fisik.
        "Mudah-mudahan ini, menjadi pembelajaran yang sangat baik bagi semua lembaga pendidikan," harapnya.
        Terkait lambaga atau tenaga pendidik di bawah naungan Kementerian Agama RI yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan aturan pendidikan, pihaknya siap memberikan sanksi dan peringatan.
        "Guru juga bukan yang sempurna, memiliki persoalan dan beban hidup yang luar biasa. Nah, tentu jika ada seorang guru yang melakukan pelanggaran hukum ya tentu harus diambil tindakan hukum. Harus diproses secara hukum, ada sanksi ketika kemudian hukum membuktikan bahwa yang bersangkutan itu bersalah," ujarnya.*
07.23 | 0 komentar

MENAG: JANGAN MATIKAN KREATIVITAS PEGAWAI


Catatan Edy Supriatna  - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin minta jajaran di lingkungan kementerian yang dipimpinnya tidak mematikan kreativitas dalam menegakan disiplin, termasuk upaya meningkatkan produktivitas pegawai.
        Penegasan tersebut disampaikan Lukman Hakim Saifuddin ketika membuka workshop implementasi reformasi birokrasi dan implikasinya dalam remunerasi di lingkungan Kementerian Agama, di Denpasar, Bali, Rabu malam.
         Hadir pada acara tersebut Sekjen Kementerian agama Nur Syam, Kepala Biro Ortala Basidin Mizal, Kanwil Kemenag Prov Bali Anak Agung Gede Mulyawan, Rektor Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Prof. Dr. Nengah Duija dan para pejabat di lingkungan Kementerian Agama.
        Ia mengatakan, disiplin yang dimaksud disini bukan hanya masuk dan pulang kerja, tetapi memiliki makna yang luas. Seperti disiplin untuk menyelesaikan tugas, menaati peraturan perundang-undangan, menjaga amanah, disiplin melayani masyarakat dan seterusnya.
         Disiplin yang dibangun di Kementerian Agama bukan disiplin yang membelenggu atau mematikan kreativitas dan membatasi pengembangan diri pegawai, tetapi disiplin yang hidup, disiplin yang produktif dan disiplin yang manusiawi, ia menegaskan.
       "Kita juga tidak menginginkan pegawai datang,  berada di kantor dan pulang “demi absen”, tetapi mari kita membangun kesadaran kolektif bahwa bekerja adalah ibadah dan bekerja sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Maha Pencipta," katanya lagi.
        Pelaksanaan disiplin sangat erat dengan dampak pada pemberian penambahan atau mengurangi tunjangan kinerja yang diterima pegawai. Sebab, katanya, dari sisi Peraturan Presiden tentang Tunjangan Kinerjamemerintahkan kepada Menteri Agama untuk mengatur ketentuan teknis pelaksanaannya.
        Untuk itu telah disiapkan 3 (tiga) Draft PMA, yaitu pembayaran penambahan dan pengurangan Tunjangan Kinerja, penetapan kelas jabatan, dan pengangkatan pegawai dalam jabatan fungsional umum. Sebagai contohtunjangan kinerja  tidak diberikan pada pegawai yang tidak memiliki tugas jabatan. Karena itu, semua pegawai (staf) harus didudukkan dalam jabatan fungsional umum/fungsional tertentu.
         Ia menjelaskan bawahi bahwa tunjangan kinerja pegawai akan dibayarkan mengacu pada dua hal yaitu:Pertama, berdasarkan disiplin kerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, dan; Kedua, berdasarkan kinerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS.
        Dalam Perpres dinyatakan bahwa tunjangan kinerja akan diberikan kepada pegawai terhitung mulai Juli 2014. Sementara pegawai diwajibkan melaksanakan program reformasi birokrasi sejak diundangkan Perpres No 108.
        Dengan telah terbitnya Perpres No 108 Tahun 2014 ini, ia mengingatkan, maka setiap pegawai Kementerian Agama wajib melaksanakan program reformasi birokrasi pada 8 (delapan) area perubahan yang mencakupmanajemen perubahan (mind set and culture set), penataan peraturan per-UU-an, penataan dan penguatan organisasi, penataan tata laksana, penataan sumber daya manusia aparatur, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
         Meski anggaran tunjangan kinerja disiapkan setiap tahun, namun operasionalisasi pemberian tunjangan kinerja akan selalu dimonitor, dievaluasi dan direview secara berkala oleh Menteri Agama dan Tim Reformasi Birokrasi Nasional, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.

       Dan salah satu instrument penilai adalah form Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) secara "online" yang dikoordinasikan Inspektur Jenderal. Sebagai dampak dari hasil evaluasi tersebut adalah terkait dengan baik dan buruknya nilai kinerja Kementerian Agama dan secara otomatis berdampak pula pada pemberian tunjangan kinerja pegawai. ***3***
07.21 | 0 komentar

ADI WIRATMO JUARA FOTO KERUKUNAN BERAGAMA


Catatan Edy Supriatna- Adi Wiratmo keluar sebagai juara pertama fotografi yang diselenggarakan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama setelah menyisihkan 620 peserta.
       Lomba yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kerukunan tersebut bagi umat beragama, dibuka sejak 15 Oktober sampai 15 Nopember, diikuti 767 peserta, 620 di antaranya peserta fotografer, kata Kepala PKUB Mubarok di Jakarta, Senin.
     Dari peserta sebanyak itu, 147 di antaranya terdaftar sebagai peserta lomba iklan layanan masyarakat. Total karya yang diungguh peserta sebanyak 486 foto dan 42 video iklan layanan masyarakat. Untuk lomba iklan layanan masyarakat ini, kelaur sebagai juara pertama Rangga Dias, juara kedua Ayu Wulandari dan ketiga Nindya Raras Nareswari.
     Berikut juara lomba fotografi, untuk kategri umum juara pertama Adi Wiratmo, juara kedua direbut Amri Arfianto, ketiga Raditya Mahendra Yasa. Untuk kategori pelajar/mahasiswa untuk pemenag pertama diraih Anang Firmansyah dan juara favorit direbut Alland Dharmawan.
     Untuk jenis lomba iklan layanan masyarakat kategori umum, juara pertama diraih Rangga dias, kedua Ayu Widya Wulandari, ketiga Nindya Raras Nareswari. Kategori pelajar/mahasiswa pemenang pertama diraih Fadilah Muhammad Akbar dan juara favorit oleh Nama Atria Farastiwi.
     Untuk lomba tersebut PKUB menyediakan dana sebesar Rp180 juta. Menurut Mubarok, panitia memberi hadiah masing-masing juara pertama sebesar Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta dan ketiga Rp10 juta.
     Sesuai dengan tujuan dari lomba tersebut, yaitu diharapkan masyarakat peka terhadap beragam fenomena kerukunan antarumat beragama yang sebenarnya merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Karena itu, PKUB merasa perlu bahwa seluruh karya dapat dipublikasikan.
     PKUB akan menayangkannya di sejumlah ruang publik dan televisi nasional sebagai salah satu bentuk sosialisasi pesan kerukunan bagi masyarakat luas.
     PKUB juga berencana memamerkan karya peserta yang masuk dalam nominasi dewan juri pada perhelatan "interreligiousHarmony Exhibition" yang akan diselenggarakan pada Hari Kerukunan Nasional (HKN) pada 3 Januari 2015, kata Mubarok.

      PKUB juga berencana mencetak buku "Galeri Foto" yang memuat karya fotografi peserta lomba yang mencerminkan fenomena kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Juga iklan layanan masyarakat akan diungguh dalam wibesite PKUB, ia menambahkan.***3***
07.18 | 0 komentar

KEMENAG: PEGANG TOLERANSI DALAM PERBEDAAN IDUL ADHA

Catatan Edy Supriatna - Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau kepada seluruh umat untuk tetap memegang teguh Ukhuwah Islamiah, toleransi beragama, dan tetap saling menghormati keyakinan dalam perbedaan Idul Adha, sehingga kekhusyukan ibadah pada bulan Zulhijjah tetap terjaga.
         Imbauan itu disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Muchtar Ali di Jakarta, Senin, yang didampingi Sekretaris Ditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Cecep Nurwendaya dari Planetarium dan Observatorium Jakarta yang juga anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI.
         Sebelumnya, ada perbedaan dalam penetapan awal Zulhijjah. Ormas Islam Muhammadiyah menetapkan Idul Adha pada 4 Oktober 2014, sedangkan Pemerintah melalui sidang Itsbat (yang dilakukan pada 24 September 2014) menetapkan 1 Zulhijjah 1435 H jatuh pada hari Jumat, 26 September 2014 dan 10 Zulhijjah 1435 H (Idul Adha) bertepatan dengan tanggal 5 Oktober 2014. Artinya, Idul Adha pada 5 Oktober 2014.
         Cecep juga menyebutkan bahwa hasil perhitungan yang dihimpun Tim Hisab Rukyat Kemenag dari berbagai sistem hisab sepakat bahwa ijtimak menjelang awal bulan Zulhijjah terjadi pada hari Rabu, 24 September 2014 M bertepatan dengan 29 Zulkadah 1435 H pada jam 13:15 WIB. Saat matahari terbenam pada tanggal tersebut, posisi hilal di seluruh Indonesia pada ketinggian antara -0.5 derajat (minus 0 koma 5 derajat) sampai +0.5 derajat (0 koma 5 derajat).
         Pada hari rukyat Rabu, 29 Zulqadah 1435 H/24 September 2014 M, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia di bawah batas Imkanur Rukyat. Berdasarkan hasil laporan pelaksanaan Rukyatul Hilal di seluruh Indonesia hilal tidak terlihat.
         Muchtar Ali menegaskan penetapan 1 Zulhijjah 1435 H yang ditetapkan pemerintah juga sesuai kesepakatan negara Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura dalam Mudzakarah Rukyat dan Takwim Islam Negara MABIMS tanggal 21 sampai 23 Mei 2014 di Jakarta dan Hasil Temu Karya dari para pakar Hisab Ruykyat dan Astronomi tanggal 22 September 2014 di Jakarta.
         Sementara itu, Arab Saudi mempunyai acuan penanggalan berdasarkan kalender Ummul Quro, dalam situs resmiya tertulis tanggal 1 Zulhijjah bertepatan dengan tanggal 25 September 2014.
          Mahkamah Ulya Saudi menetapkan berdasarkan laporan terlihatnya hilal di Arab Saudi bahwa 1 Zulhijjah bertepatan dengan tanggal 25 September 2014 sehingga Idul Adha (10 Zulhijjah) jatuh pada 4 Oktober 2014.
         Ia menegaskan perbedaan penetapan pemerintah Indonesia dan Saudi adalah sesuatu yang bisa saja terjadi disebabkan perbedaan matla (wilayah hukmi).
         "Itu sesuai dengan penegasan MUI bahwa penetapan awal Zulhijjah/Idul Adha berlaku dengan matla masing-masing negara. Dalam hal ini ulama telah konsesus. Indonesia dalam melaksanakan Idul Adha tidak dibenarkan mengikuti negara lain yang berbeda matla," katanya.  



MENAG: MADRASAH KINI JADI "TRENDSETTER"
     Oleh Edy Supriatna Sjafei

        Wonosobo, 22/9 (Antara) - Mentri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, pesantren dan madrasah kini mampu tampil percaya diri dalam melakukan perubahan-perubahan, bahkan menjadi "trendsetter" bukan "follower".
             Madrasah kini telah menjadi pengendali "trend", bukan sekedar pengikut bagi model pendidikan di Indonesia, kata Lukman Hakim ketika melaunching Madrasah Al Hikam Cendekia Wonosobo, Jawa Tengah, Senin (22/9) siang.
            Hadir dalam kesempatan itu Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan, Kakanwil Kemenag Prov. Jateng Khaeruddin, Kanwil Kemenag Prov DIY Maskhul Haji, Pimpinan Pondok Pesantren KH Mahmud Ismail, Wakil Bupati wonosobo Maya Rosyida dan sejumlah pejabat setempat, para ulama dan tokoh masyarakat.
             Ia berharap, inovasi dan keunggulan yang dimiliki pesantren dan madrasah harus tetap dijaga. Bahkan harus ditingkatkan. Dan pendirian madrasah di dalam lingkungan pesantren Al Hikam Wonowobo, ia mengingatkan, tidak boleh melarutkan kemampuan khas pesantren. Yaitu, membaca kitab kuning dan budaya pesantren dengan figur sang kiayi.
            Ia menyebut, walaupun setiap hari santri bisa mendengar dan menonton kiayi di pesantren atau kuliah seorang guru besar terbaik yang di-download dari internet, santri tidak bisa men-download suasana belajar yang dibentuk atau terbentuk di dalamnya.
            Suasana kehidupan pesantren tidak semua orang dapat secara tiba-tiba dapat mentransfernya. Sebab, di sini membutuhkan usaha yang luar biasa, termasuk menciptakan budaya bagi komunitas di dalamnya yang "committed" dengan dunia keilmuan.
           Ia mengatakan, kemajuan pendidikan madrasah dan pesantren ditandai dengan para alumninya yang sukses dan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Melalui pemberian bea siswa santri berprestasi, hasil nyata sudah terlihat. Dengan bea siswa yang diterima, banyak di antaranya melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
          Fakta ini merupakan upaya menepis tuduhan bahwa ikut pendidikan di madrasah akan masuk jurang "madesu" atau masa depan suram. Padahal belajar di madrasah dan pondok pesantren dapat memiliki ilmu agama yang bagus, moderat dan progresif dan kedalaman ilmu umum pada saat bersamaan.
           Dengan cara ini, ia menegaskan, diharapkan lahir kiayi haji yang ahli biotelnologi, ahli fisika modern, atau fasih berbicara manajemen dan akhirnya mengharumkan agamadi dunia internasional.
          Sebelumnya Menag Lukman menjelaskan bahwa bangsa Indonesia harus bangga dengan adanya pesantren, yang merupakan "rahim" lahirnya madrasah, bahkan perguruan tinggi. Kini pendidikan tersebut mengalami kebangkitan dengan ditandai bahwa pendidikan berbasis agama menjadi incaran, tumpuan masyarakat agar terbentuk generasi muslim yang memiliki karakter unggul, kemampuan ilmu yang kombinatif; agama dan umum secara bersamaan.

          Jika dulu pendidikan agama Islam seperti identik dengan keterbelakangan, statis dan jauh dari dinamis, saat ini persepsi seperti itu sudah berubah. Pesatnya penidikan di madrasah dan pesantren menjadi simbol kemajuan sistem pendidikan, yang mampu mengintegrasikan iman, taqwa, dan ilmu pengetahuan. Atau dengan sebutan lain integrasi Islam dan "sciences", kata Lukman Hakim. ***3***
05.55 | 0 komentar

BERITA PER KATEGORI


Categories